Selasa, 04 Juni 2013

puzzle


Ini bukan puzzle pertamaku, tapi aku baru merasakan sensasi menyusun puzzle yang sebenarnya saat menyusun puzzle ini. Maka kusebut puzzle ini puzzle pertamaku.
Sudah cukup lama aku memahami puzzle ini, bahkan aku mengetahui detail puzzle ini hingga segala sesuatunya. Aku mengetahui bahwa puzzle ini memiliki 26 bagian dan aku hafal setiap bentuknya. Tapi anehnya, aku tidak pernah bosan mengulang menyusun puzzle ini, dan setiap aku menyusunnya, pasti berakhir berhasil dan itu membuatku bahagia. hingga suatu hari, salah satu bagian dari puzzle itu hilang, aku mencoba untuk mencarinya tapi aku tidak menemukannya. Semakin lama semakin banyak bagian puzzle yang hilang sehingga aku semakin bingung mencarinya. Hingga suatu saat aku memutuskan untuk berhenti menyusun puzzle itu, ku simpan puzzle itu di dalam sebuah kotak yang sangat istimewa. Hingga suatu waktu ada seorang wanita yang tak di kenal meminta puzzle itu padaku. Saat itu wanita itu sangat memaksa, dank arena aku telah memiliki sebuah puzzle baru akhirnya ku berikan puzzle lama ku pada wanita itu.
Aku mencoba menyusun puzzle baru ku dari awal, awalnya aku sangat gembira saat menyusunnya. Tetapi lama kelamaan aku menyadari bahwa puzzle ini sangat rumit, berbeda dengan puzzle ku yang sebelumnya dan akupun menyadari aku terlalu bodoh untuk menyelesaikan puzzle ini. Hingga akhirnya aku putus asa da kembali menyimpan puzzle baruku.
Beberapa hari kemudian aku menemukan beberap bagian puzzleku dan aku sangat mengenal bagian itu. Puzzle ku yang lama! Puzzle pertamaku! Aku sangat gembira saat mendapatkannyahingga akhirnya ku buka lagi lemariku, ku cari puzzle pertamaku dan, ah! Aku baru ingat, aku telah memberikan puzzle pertamaku pada wanita itu .
Ketika aku mencari wanita itu ku temukan dia sedang menyusun puzzle pertamaku, memainkan puzzle ku lebih tepatnya. Dia menyusun puzzle  itu dengan kasar, tidak sepertiku saat menyusun puzzle itu, dia memasukkan bagian yang salah dan memaksanya masuk! tidak, dia merusaknya! Dia menghancurkannya! Aku menyesal memberikan puzzle pertamaku pada orang yang salah, wanita yang salah tepatnya, setidaknya aku ingin wanita yang memiliki puzzle pertamaku adalah wanita yang sangat lebih baik dariku, memperlakukan puzzle pertamaku dengan lembut, tidak sekasar ini!. Aku hanya termenung melihat wanita it, memperhatikannya menghancurkan puzzle pertamaku, dan saat ini aku takut, aku takut jika puzzle ku akan sobek, akan rusak, akan lusuh, aku takut wanita itu benar-benar mengahancurkannya, tapi aku yakin, wanita itu tidak akan pernah menyelesaikan puzzle itu, karna dia hanya memiliki sebagian puzzle itu dan beberapa bagian lagi? Aku yang memilikinya.
Sekarang aku hanya bisa berharap, berharap agar puzzle ku tidak hancur dan rusak. Dan aku hanya mampu menunggu, menunggu wanita itu menyerah menyusun puzzle pertamaku dan memberikan lagi puzzle itu padaku.
Hingga waktunya tiba ..