Impian,cita-cita,
dua hal itu selalu membuatku bingung. Aku ingin kembali ke masa kecil, masa
dimana ketika ada orang bertanya “mutia cita-citanya mau jadi apa?” dan aku
menjawab “aku mau jadi dokter!” dengan lugas, ringan, tanpa ragu, dan bahkan
penuh percaya diri. Saat itu aku belum memikirkan apapun, aku fikir semua orang
bisa menjadi dokter dengan mudah. Tetapi ketika aku beranjak dewasa, aku
berfikir bahwa ternyata semua itu tidak semudah itu, tidak se simple yang ku
bayangkan. Semua butuh proses. Aku percaya pada ucapan ‘that is a will there is
a way’ tetapi kadang aku berfikir kemauan yang seperti apa yang aku tanamkan?
Bukan pesimis, tetapi aku mencoba berfikir realistis. Aku bisa mencoba belajar
lebih keras, tetapi apakah aku tega membiarkan orang tuaku membayar semua uang
kuliahku dengan uang hasil kerja keras ayahku? Sedangkan di sisi lain aku
menyadari, rambut ayahku mulai memutih. Di satu sisi aku ingin menjadi sukses
dan membanggakan mereka, bukan hanya membanggakan tetapi membahagiakan, memberikan
semua yang mereka inginkan. Tapi di sisi lain aku berfikir apakah semudah itu
mencapai kesuksesan? Ya, aku tau. Aku harus melewati berbagai macam halangan
dan cobaan untuk mencapainya, tetapi aku yakin. Suatu saat aku akan mencapai
titik kebahagiaan itu, jadi apapun aku di masa yang akan datang, asalkan halal
dan dapat membahagiakan orang yang aku cinta, why not?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar