Jumat, 24 Mei 2013

Rasa Gerimis


sore ini aku sedang menikmati cadburry leleh sambil bersantai di kamar, mendengarkan beberapa lagu melankolis dengan background suara rintik hujan yang sangat merdu. Aku sungguh menyukai gerimis, karna menurutku gerimis itu nyanyian langit, langit yang berkolaborasi dengan alam, aku suka itu semua, dan aku menyebutnya ‘rasa gerimis’.
Pergilah bersamanya disana
dengan dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah sepuasnya
biarkan disini ku menyendiri
mataku terpaku ke langit-langit kamarku, terasa sesak saat menyadari lirik lagu yang terputar di i-pod ku, ingin rasanya mengecil, dan bertransformasi menjadi seekor semut,  salah memutar lagu! Harusnya ini menjadi hari yang indah, tapi ingatanku sudah terlanjur memutar kenangan yang telah lama kusimpan, ingin rasanya men-stop ingatanku, Atau mungkin membuangnya! Tidak, aku tidak ingin membuangnya, aku hanya ingin menyimpannya tanpa mau memutarnya kembali di fikiranku. Refleks ku lepas earphone yang menempel di telinga ini, ku buka kotak hitam itu, ku keluarkan semuanya. Botol parfume yang kubawa saat kita pertama bertemu, kelereng yang ku ambil di tasnya, batang lollipop yang kupegang, sedotan air mineral yang dia pakai saat aku berkunjung ke rumahnya, jepit pita berwarna cream, memory card yang dia pegang saat itu, sobekan bukunya, rumput yang dia pegang saat ‘kita’ mengunjungi makam kakaku, bungkus susu yang kupegang saat dia datang ke sekolahku, jepit pita berwarna biru yang kupakai saat kita bertemu, bahkan daun yang terjatuh dan dia injak saat dia pergi.
Dia bahkan tidak menyadari aku mengambil semua itu dan menympannya, semua tentang ‘kita’ ..
Suatu kemajuan, saat aku membuka kotak ini aku hanya tersenyum dan memutar kenangan saat itu, tanpa menitikkan airmata, ajaib! mungkin aku sudah menerima kenyataan yang ‘pahit’ ini, tapi aku masih berfikir, apakah mungkin kita mewujudkan ‘mimpi’ kita berdua yang sempat  kita bicarakan untuk masa depan nanti? Aku yakin waktu akan menjawabnya, Kumasukan semuanya kedalam kotak itu, kusimpan di bawah tempat tidurku, kumakan cadburry leleh ku kembali dan ku tersenyum menyadari ini semua, walaupun hanya diam-diam tapi aku masih mau menjadi sahabatnya, tempatnya berbagi cerita tentang kekasihnya. Kapan ia akan menyadari bahwa aku masih ‘selalu ada’ untuknya? Hingga ia membaca tulisan ini, mungkin .. J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar