sore
ini aku sedang menikmati cadburry leleh sambil bersantai di kamar, mendengarkan
beberapa lagu melankolis dengan background suara rintik hujan yang sangat
merdu. Aku sungguh menyukai gerimis, karna menurutku gerimis itu nyanyian
langit, langit yang berkolaborasi dengan alam, aku suka itu semua, dan aku
menyebutnya ‘rasa gerimis’.
Pergilah
bersamanya disana
dengan
dia yg ada segalanya
bersenang-senanglah
sepuasnya
biarkan
disini ku menyendiri
mataku
terpaku ke langit-langit kamarku, terasa sesak saat menyadari lirik lagu yang
terputar di i-pod ku, ingin rasanya mengecil, dan bertransformasi menjadi
seekor semut, salah memutar lagu!
Harusnya ini menjadi hari yang indah, tapi ingatanku sudah terlanjur memutar
kenangan yang telah lama kusimpan, ingin rasanya men-stop ingatanku, Atau
mungkin membuangnya! Tidak, aku tidak ingin membuangnya, aku hanya ingin menyimpannya
tanpa mau memutarnya kembali di fikiranku. Refleks ku lepas earphone yang
menempel di telinga ini, ku buka kotak hitam itu, ku keluarkan semuanya. Botol
parfume yang kubawa saat kita pertama bertemu, kelereng yang ku ambil di
tasnya, batang lollipop yang kupegang, sedotan air mineral yang dia pakai saat
aku berkunjung ke rumahnya, jepit pita berwarna cream, memory card yang dia
pegang saat itu, sobekan bukunya, rumput yang dia pegang saat ‘kita’
mengunjungi makam kakaku, bungkus susu yang kupegang saat dia datang ke
sekolahku, jepit pita berwarna biru yang kupakai saat kita bertemu, bahkan daun
yang terjatuh dan dia injak saat dia pergi.
Dia bahkan tidak menyadari
aku mengambil semua itu dan menympannya, semua tentang ‘kita’ ..
Suatu
kemajuan, saat aku membuka kotak ini aku hanya tersenyum dan memutar kenangan
saat itu, tanpa menitikkan airmata, ajaib! mungkin aku sudah menerima kenyataan
yang ‘pahit’ ini, tapi aku masih berfikir, apakah mungkin kita mewujudkan
‘mimpi’ kita berdua yang sempat kita
bicarakan untuk masa depan nanti? Aku yakin waktu akan menjawabnya, Kumasukan
semuanya kedalam kotak itu, kusimpan di bawah tempat tidurku, kumakan cadburry
leleh ku kembali dan ku tersenyum menyadari ini semua, walaupun hanya diam-diam
tapi aku masih mau menjadi sahabatnya, tempatnya berbagi cerita tentang
kekasihnya. Kapan ia akan menyadari bahwa aku masih ‘selalu ada’ untuknya?
Hingga ia membaca tulisan ini, mungkin .. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar